Ketum LDC Abdul Majid : Pemuda Disabilitas Adalah Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Ketua Umum LIRA Disability Care (LDC) Abdul Majid saat ditemui wartawan Kabarhit di Surabaya. (Foto: Ipul)
Ketua Umum LIRA Disability Care (LDC) Abdul Majid saat ditemui wartawan Kabarhit di Surabaya. (Foto: Ipul)

SURABAYA, KABARHIT.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi momentum untuk merefleksikan peran pemuda, termasuk penyandang disabilitas, dalam pembangunan nasional. Keterlibatan aktif mereka dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum LIRA Disability Care (LDC) Abdul Majid saat ditemui wartawan Kabarhit di Surabaya, Selasa (28/10/2025).

Pria akrab dipanggil Majid mengatakan bahwa pemerintah perlu membuka ruang lebih luas bagi pemuda disabilitas untuk terlibat dalam proses pemerintahan dan pengambilan keputusan publik.

“Pemerintahan Prabowo–Gibran perlu memberikan kesempatan kepada pemuda disabilitas dengan membentuk utusan presiden bidang disabilitas. Kehadiran perwakilan pemuda disabilitas di pemerintahan akan menunjukkan penerimaan sekaligus memperkuat inklusivitas,” ujarnya.

Majid pun menilai, pemuda disabilitas menghadapi dua tantangan utama dalam memperkuat peran mereka, yakni tantangan internal dan eksternal.

“Tantangan internal adalah bagaimana pemuda disabilitas mampu meningkatkan kapasitas diri, baik melalui pendidikan, pengalaman, maupun keterampilan, agar dapat beraktualisasi di posisi strategis,” kata pria yang juga menjabat sebagai Manajer LPK GADISku Jawa Timur itu.

"Sementara itu, tantangan eksternal datang dari masih adanya stigma negatif di masyarakat. Masih banyak yang menganggap penyandang disabilitas tidak layak menduduki jabatan strategis di pemerintahan atau posisi penting lainnya,” tambahnya.

Majid menekankan bahwa pentingnya menempatkan pemuda disabilitas pada posisi strategis agar mereka dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

“Pemuda disabilitas adalah penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah perlu memiliki kesadaran dan komitmen kuat untuk memastikan partisipasi mereka dalam setiap aspek pembangunan,” pungkasnya.

Editor : Ipl