KABARHIT, SURABAYA - Berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Surabaya, ada sekitar 1.400 keluarga yang meninggal karena COVID-19. Dari jumlah tersebut, sekitar 600-an keluarga sudah disurvei Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, sedangkan sisanya, hingga saat ini pemkot masih terus melakukan pendataan.
Baca juga: Data Lengkap Tukar Guling 14,5 Ha Royal Residence: Ini Tuntutan Warga Sumur Welut
Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menyatakan siap menjadi orang tua asuh anak-anak sampai lulus sekolah yang ditinggal oleh orang tuanya karena terpapar COVID-19.
Baca Juga : Arif Fathoni Terjun Langsung Serahkan Sembako Bagi Warga Terdampak PPKM Darurat.
Menurut ia, sudah saatnya semua pihak ikut memikirkan masa depan anak-anak yang orang tuanya meninggal karena terpapar COVID-19. katanya (Minggu.22 agustus 2021)
Thoni mengatakan tidak selayaknya Pemerintah Kota Surabaya saja yang memikirkan nasib dari anak-anak tersebut, melainkan juga semua elemen masyarakat hingga pribadi.
Baca juga: Prof Johan Silas Wafat Usia 90 Tahun, Arsitek Visioner di Balik Tata Kota Surabaya
Untuk itu, kami memulai menjadi anak asuh buat anak-anak itu. Semoga bisa diikuti yang lainnya, ujar anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya memastikan hak-hak anak yang ditinggal oleh orang tuanya karena dampak COVID-19 terpenuhi.
Menurut Eri, Pemkot Surabaya akan memberikan intervensi yang sesuai untuk masa depan anak-anak tersebut.
Tidak hanya itu, Pemkot juga akan membangun asrama untuk anak-anak terdampak COVID-19.
Baca juga: Cross Musea Pertiwi di Museum Dr. Soetomo, Pameran Interaktif Sambut HJKS ke-733 Surabaya
Di sana (asrama) itu, kami dapat memantau perkembangan mereka, ujarnya
And
Editor : Deni
Data Lengkap Tukar Guling 14,5 Ha Royal Residence: Ini Tuntutan Warga Sumur Welut
Harga Pertamax Surabaya Naik Rp16.250, DPRD Surabaya Minta Stok Pertalite Aman
Bang Jo : Anak Elyon ADHD Harus Diselamatkan, Sekolah Wajib Bina
Joshia Michael: Infrastruktur Surabaya Barat Jomplang, Data Bansos Salah Sasaran