Workshop Disability Awareness GADISku Surabaya, Tina Acosta Soroti Pentingnya Program Inklusif

Reporter : Ipl

SURABAYA, KABARHIT.COM — Sebanyak 25 peserta dari berbagai organisasi mengikuti Workshop Disability Awareness di ruang utama Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinsos Jawa Timur (GADISku), Surabaya, Senin (1/12/2025) sore.

Multi-year Mentor Global Sports Mentoring Program (U.S Department of State) Tina Acosta menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang harus difasilitasi melalui program-program inklusif. Menurutnya, pendekatan inklusi tidak boleh berhenti pada memberi semangat, tetapi harus memastikan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Baca juga: Jagad E-sport Resmi Lahir di Surabaya, Buka Jalan Prestasi Gamer Disabilitas

“Disabilitas memiliki potensi besar. Mereka perlu mendapatkan ruang agar diterima, dihargai, dan difasilitasi sesuai kemampuan. Selama ini banyak program hanya menyemangati, bukan memperjuangkan haknya,” ujar Tina sapaan akrabnya.

Tina mencontohkan layanan inklusif di Amerika Serikat seperti Kimbrough Early Learning Center, program pengasuhan anak inklusif usia 2–5 tahun yang berada di lingkungan Turnstone.

“Program ini menawarkan pendidikan komprehensif dengan HighScope, pembelajaran langsung, hingga pemenuhan kebutuhan anak inklusif,” jelasnya.

Ia juga memaparkan Adult Day Services, program layanan harian bagi orang dewasa penyandang disabilitas untuk memaksimalkan kemandirian dan meningkatkan interaksi sosial.

Baca juga: SLB Jadi Negeri, Jairi DPRD Jatim Minta Pemprov Bergerak Cepat Penuhi Sarpras

“Turnstone adalah satu-satunya program yang dirancang khusus untuk orang dewasa dengan disabilitas fisik agar tumbuh percaya diri,” imbuhnya.

Selain itu, Turnstone menyediakan memory care, layanan perawatan memori yang membantu penyandang disabilitas bersosialisasi dengan teman sebaya serta mengikuti kegiatan terencana dan individual.

Tina menambahkan bahwa layanan konseling yang dikembangkan sejak 2020 sangat penting bagi penyandang disabilitas yang mengalami tekanan mental, termasuk kecenderungan mengakhiri hidup atau penyalahgunaan alkohol.

Baca juga: Kepala BPOM Lepas Ekspor Rempah Bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat

“Konseling ini penting untuk memulihkan kondisi psikologis,” tegasnya.

Di sisi lain itu, peserta dari FORSINK Sidoarjo Shabil Kurnia Hidayat, menilai workshop yang digelar GADISku dan Turnstone sangat memotivasi karena mengajarkan makna inklusi sesungguhnya di mana penyandang disabilitas dan non-disabilitas dapat berinteraksi hingga bermain bersama.

"Harapan kedepan semakin banyak workshop yang memotivasi non disabilitas untuk menjunjung kesetaraan. Komunitas pemerhati Disabilitas seperti Forsink juga bisa belajar dari semangat dan perjuangan Turnstone dalam mendorong penyandang disabilitas mencapai potensi terbaiknya," pungkasnya.

Editor : Ipl

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru