JAKARTA,KABARHIT.COM - 22 Juli 2025 — Permintaan akan layanan keuangan yang relevan dan terjangkau bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi transportasi online, terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, inDrive secara resmi meluncurkan inDrive.Money di Indonesia pada Februari 2025, sebuah inisiatif inovatif yang dirancang untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan keuangan jangka panjang para mitra pengemudi.
Sejak diperkenalkan, inisiatif ini mendapat sambutan luar biasa dari komunitas pengemudi inDrive. Berdasarkan data internal perusahaan, sebanyak 80% pengemudi yang menerima promosi layanan ini menyatakan ketertarikan — mencerminkan tingginya permintaan terhadap solusi keuangan yang inklusif, mudah diakses, dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Baca juga: Ramadan Penuh Makna, inDrive Gelar Buka Bersama dan Edukasi Keselamatan Driver
“Sejak inDrive.Money hadir di Indonesia, kami melihat semangat besar dari para mitra pengemudi. Respons positif ini menunjukkan bahwa mereka memang membutuhkan layanan keuangan yang mudah diakses dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia.
Melalui kolaborasi strategis dengan Ammana, platform pinjaman syariah berbasis teknologi, inDrive menghadirkan solusi keuangan yang tidak hanya fleksibel, namun juga patuh terhadap prinsip-prinsip syariah. Layanan ini mencakup pendanaan mikro, pembiayaan kendaraan, asuransi mikro, hingga fitur Buy Now, Pay Later untuk kebutuhan operasional seperti bahan bakar dan servis kendaraan.
Kolaborasi ini menjadi sangat relevan di tengah proyeksi pertumbuhan pasar ride-hailing Indonesia yang signifikan — dari USD 2,67 miliar pada 2023 menjadi lebih dari USD 4,66 miliar pada 2028 (Mordor Intelligence, 2024), serta diperkirakan mencapai USD 6,26 miliar pada 2030 (Research and Markets).
Namun, tantangan masih membayangi. Banyak pengemudi menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal karena tidak memiliki riwayat kredit, dokumen pendukung, maupun penghasilan tetap. Kondisi ini mendorong mereka untuk mengandalkan layanan keuangan digital alternatif seperti fintech dan P2P lending.
Baca juga: inDrive Luncurkan inDrive Ads, Perkuat Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Direktur Ammana, Widji Tri Kusuma Adhi, menegaskan pentingnya inklusi keuangan bagi pelaku ekonomi digital.
“Mitra pengemudi transportasi digital adalah tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Lewat kerja sama dengan inDrive, kami ingin menyediakan layanan keuangan yang tidak hanya terjangkau dan berbasis syariah, tapi juga memberdayakan mereka untuk lebih mandiri secara ekonomi,” ujar Widji.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya 51% penduduk Indonesia yang memiliki rekening bank, dan kurang dari 20% yang dapat mengakses kredit bank. Sebaliknya, sektor P2P lending tumbuh pesat dengan penetrasi pasar sekitar 10%. Pengguna didominasi usia 19–34 tahun (51,5%) dan lebih dari setengahnya adalah perempuan (54,3%). Rata-rata nilai pendanaan juga meningkat dari Rp3,5 juta pada 2019 menjadi Rp7,1 juta pada 2024.
Baca juga: inDrive Tutup Platinum Drivers Giveaway Bandung, Apresiasi Pengemudi BerprestasI
Kebutuhan pengemudi tidak hanya sebatas kredit jangka pendek, tetapi juga menyangkut tabungan, perlindungan penghasilan, serta perencanaan keuangan jangka panjang. Solusi seperti inDrive.Money diharapkan dapat menjadi jembatan menuju mobilitas ekonomi yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang bagi pengemudi menjadi pemilik usaha transportasi.
inDrive dan Ammana berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang fleksibel, transparan, dan sesuai regulasi OJK serta Bank Indonesia. Perlindungan data pengguna pun menjadi prioritas utama dalam pengembangan inisiatif ini.
Peluncuran inDrive.Money menjadi langkah penting dalam memperkuat inklusi keuangan dan kesejahteraan pekerja informal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang berkelanjutan.
Editor : Deni