KAI Daop 8 Surabaya Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Reporter : Deni Noel
Sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang KAI Daop 8 Surabaya

SURABAYA, KABARHIT.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya bersama Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) menggelar edukasi keselamatan di perlintasan sebidang melalui perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB), Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 8 Surabaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memperingati HUT ke-81 KAI dengan tema “Semakin Melayani”.

Baca juga: KAI Daop 8 Catat Lonjakan Penumpang Surabaya-Jakarta hingga 88 Persen

Edukasi digelar di tiga lokasi, yakni JPL 1 Wonokromo, JPL 26 Kalijaten, dan JPL 67 Krian. Kegiatan ini melibatkan KAI Commuter, BTP Kelas I Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, serta komunitas pemerhati perkeretaapian.

Dalam kegiatan tersebut, KAI menghadirkan kendaraan bekas kecelakaan sebagai media edukasi visual. Sarana ini digunakan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai risiko dan dampak yang dapat terjadi jika aturan keselamatan di perlintasan sebidang tidak dipatuhi.

Petugas bersama komunitas juga memberikan sosialisasi langsung kepada pengguna jalan melalui poster, artboard, dan berbagai materi informasi. Masyarakat diingatkan mengenai tata cara melintas yang benar, arti rambu dan sinyal peringatan, serta pentingnya berhenti ketika palang perlintasan mulai ditutup.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama.

“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab kita bersama. Setiap aturan di perlintasan dibuat untuk melindungi keselamatan semua pihak. Ketika palang mulai menutup, kami mengimbau masyarakat untuk berhenti sejenak dan memberikan kesempatan kepada kereta api melintas dengan aman,” ujar Mahendro.

Baca juga: KAI Daop 8 Tambah Perjalanan KA Gajayana dari Malang ke Jakarta

Menurutnya, edukasi secara langsung menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan keselamatan sekaligus membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mengetahui aturannya, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan. Saat palang tertutup, berhenti, bersabar, dan tunggu hingga kereta api benar-benar melintas dengan aman,” kata Mahendro.

Selain sosialisasi, KAI turut membagikan suvenir kepada pengguna jalan. Pemberian tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat agar pesan keselamatan terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Sapa Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026

KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen melanjutkan sosialisasi keselamatan secara masif dan berkelanjutan dengan menggandeng pemerintah daerah, regulator, aparat penegak hukum, komunitas, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai risiko di perlintasan sebidang sekaligus mendorong terbentuknya budaya keselamatan untuk menekan potensi kecelakaan.

“Semakin melayani berarti KAI juga semakin peduli terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jalan bersama-sama menciptakan perlintasan yang lebih aman. Berhenti ketika palang ditutup, patuhi rambu dan sinyal peringatan, serta pastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas,” pungkasnya.

Editor : Tri Karyono

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru